Kelemahan banyak instansi pemerintah adalah kurangnya informasi yang jelas dan lengkap ihwal prosedur dan layanan mereka. Padahal ini di era teknologi informasi. Anggota masyarakat yang membutuhkan biasanya mencari lewat google namun seringkali hanya dapat informasi dari anggota masyarakat lain yang kebetulan rajin menulis dan menyebarkannya di internet. Tak terkecuali layanan perpanjangan SIM.
Ok setelah misuh di atas saya cerita pengalaman memperpanjang SIM dengan KTP beda alamat yang ternyata sangat mudah dan cepat. Mudah-mudahan ini bisa membantu mereka yang ingin memperpanjang SIM.
Setelah googling dan baca beberapa tulisan, saya memutuskan untuk mengurus perpanjangan SIM A di SIM Corner Blok M Square. Saya memperpanjang SIM namun perlu mengubah data, karena di SIM yang akan habis masa waktunya alamat saya di Medan, sementara KTP saya saat ini KTP DKI Jakarta. Awalnya saya berfikir memperpanjang di Samsat Daan Mogot supaya pasti bisa dan melihat pengalaman netizen mengurus di sana. Tapi karena terlalu jauh dari kantor di sekitar Semanggi, saya mencoba peruntungan di Blok M saja.
Lazimnya pelayanan biasanya sejak pagi, istirahat jam 12-13, kemudian lanjut lagi sampai dengan jam 15-16 WIB. Begitu dalam benak saya sebelum ke sana. Karena itu saya minta izin ke atasan jika-jika saya terlambat masuk kembali setelah istirahat siang setelah urusan SIM ini. Saya berangkat setelah sholat dan makan siang sekitar jam 12.30.
* * *
Sampai di blok M saya sekitar jam 12.50. Saya lihat loket pelayanan ternyata dimulai dari jam 12.00 sampai jam 20.00 (jam 8 malam) dengan diselingi istirahat sholat maghrib jam 18-19. Justru bukan mulai pagi hari. Jadwal dari 12.00 adalah pengambilan nomor urut pelayanan, setelah itu pelayanan baru dilakukan sejak jam 13.00. Saya pun mengambil nomor dan dapat nomor 24.
Sekitar jam 13.00 pelayanan dimulai. Yang dilayani dibagi-bagi dalam satu kelompok/blok dengan jumlah 5 orang, sehingga yang pertama dipanggil adalah nomor urut 1 s.d. 5. Dengan nomor urut 24, saya berarti ada di kelompok ke-5. Saya menghitung 5 orang yang dilayani selesai selama sekitar 10 menit. Berarti saya akan diminta masuk ke ruangan pelayanan setelah kelompok ke-4, yaitu sekitar 40 menit lagi sejak layanan diberikan.
* * *
Sekitar 45 menit kemudian nomor urut 21 s.d. 25 dipanggil. Kami berlima masuk. Ada beberapa petugas di dalam, yaitu petugas cek kesehatan, petugas asuransi, petugas berkas SIM, dan petugas pengambil foto sekaligus mencetak foto. Ada lagi bapak-bapak duduk di pojok tapi tugasnya hanya mengembalikan KTP kita tadi yang ditahan untuk ditukar dengan nomor urut. Masing-masing duduk di hadapan meja standar untuk melakukan pekerjaannya, kecuali petugas foto yang menguasai dua meja dibentuk L karena untuk memuat komputer, alat pemindai sidik jari, printer, dan peralatan kamera.
Peserta kemudian dilayani dengan pertama diambil tes kesehatan yang hanya mengetes buta warna dan rabun (baca tulisan dari jarak beberapa meter). Sepertinya sih formalitas saja karena saya lihat ada bapak-bapak yang kesulitan membaca kartu bertuliskan angka untuk mengetes buta warna, petugas hanya bilang "buta warna parsial ya pak" dan si bapak lanjut ke proses selanjutnya.
Setelah dites mata dan ukur berat badan (bayar Rp25 ribu) kemudian lanjut ke berkas SIM yang akan diajukan. Formulir ini seharga Rp80 ribu. Saya dipersilakan mengisi formulir di tempat yang disediakan di dalam. Setelah selesai yang hanya beberapa menit, lanjut ke meja berikutnya untuk bayar asuransi sebesar Rp30 ribu. Saya duduk di sebelah 1-2 orang yang sedang menunggu giliran difoto. Saat itu berkas kita di-entry di data base berdasarkan formulir dan fotopi KTP untuk kepentingan perekaman data sekaligus data di SIM. Jadi data SIM lama (dengan alamat di Medan) hanya di-override dengan data baru KTP saat ini. Tidak perlu ada mutasi atau cabut berkas dll seperti yang dulu. Ya memang seharusnya begitu lah.
Tidak lama kemudian setelah di-entry, berkas saya ambil dan serahkan kepada petugas foto (dia saat itu sedang mengurus pemotoan pendaftar sebelum kita). Hanya sebentar kemudian giliran saya. Saya diminta memastikan data yang ada di komputer benar adanya (nama, alamat, dll), lalu prosedur berikan cap jari (4 jari kiri kanan, jempol kiri kanan, tanda tangan), selesai. Saya kemudian diminta menunggu sebentar saat mesin mencetak SIM yang baru. Sembari 1-2 menit menunggu, peserta berikutnya diambil foto dan sidik jarinya.
2-3 menit kemudian SIM saya sudah keluar dari mesin printer dan diserahkan ke saya. Selesai.
* * *
Hanya mengambil sekitar 10 menit untuk penyelesaian SIM. Mudah dan cepat. Saya kira ini karena yang dilayani hanya 5 pemohon setiap blok, sehingga kita tau alurnya yang pendek tidak harus mengira-ngira di mana berkas kita. Kebanyakan waktu dilakukan hanya untuk menunggu. Sejak saya mulai masuk ruangan sampai selesai hanya mengambil waktu 1 jam, dengan 45-50 menitnya menunggu.
Biaya: Rp25 ribu (tes kesehatan) + Rp30 ribu (Asuransi) + Rp 80 (formulir SIM A) = Total Rp135 ribu.
===
Jakarta 22-02-2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Ramai berita tentang Waka DPR yang anaknya diminta dijemput oleh KJRI New York mengingatkan saya sebuah kata "Kopasjiba" yang say...
-
Saya sedang kembali ke apartmen kampus ketika berpapasan dengan seorang pria bule yang menuju Curtin Oval, lapangan sepakbola kampus. Meliha...
-
Kita yang bukan penutur asli bahasa Inggris mudah keliru mengartikan Moral Hazard . Saya dua kali mendengar orang menyebutkan istilah itu t...
informasi yang sangat berguna. Tks
BalasHapus